Make a blog

beritabogor1

1 year ago

Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan Ini Rawan Ambruk

Dibalik hingar bingar keberhasilan Bupati Bogor Nurhayanti masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Impian menjadi kabupaten termaju di Indonesia masih perlu ditilik kembali. Pasalnya, masih ada wilayah yang belum merasakan kemajuan pembangunan Bumi Tegar Beriman.

Ya, sekitar 15 tahun penduduk dua desa Kecamatan Sukamakmur dan Jonggol hidup di bawah taraf kemiskinan karena masih menumpukan kebutuhan dengan menggunakan jembatan gantung yang terbuat dari bambu. Kondisi ini tentunya sangat menyedihkan karena rawan rusak dan ambruk serta sudah banyak kendaraan roda dua jatuh dan merenggut nyawa akibat terbawa hanyut Sungai Cipamingkis.

Keberadaan Jembatan gantung berukuran lebar satu meter dengan panjang lebih dari 200 meter ini menjadi penghubung dua desa yang berada di perbatasan Kampung Tegal Desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur dan Kampung Dayeuh Desa Sukanagara Kecamatan Jonggol.

Salah satu warga Desa Sukaresmi Samsul (48) mengatakan, jembatan gantung tersebut merupakan akses jalan bagi warganya menuju pasar, sekolah dan Puskesmas serta karyawan yang bekerja di pabrik sekitar. Adapun keberadaan jembatan gantung yang sempit ini hanya bisa dilalui satu kendaraan roda dua dan mesti antre untuk menunggu giliran.

“Warga kami yang mengunakannya pagi hari dan sore yang mengunakan roda dua mencapai ratusan orang dan harus antre sedangkan untuk roda empat atau lebih harus nekat menyebrang Sungai Cipamingkis, dan saat musim kemarau seperti sekarang motor pun banyak yang nekat lewat sungai karena tidak sabaran,” keluhnya kepada heibogor.com, Rabu (19/08/15).

Jembatan gantung tersebut, sambungnya, dibangun warga untuk mengambil jalur dekat ke pusat kota Jonggol yang jaraknya hanya 6 kilometer, sedangkan melalui jalur jalan raya yang tembus ke Jalan Raya Cariu Jonggol mencapai 15 kilometer lebih. “Sebelumnya banyak jatuh korban jiwa sehingga warga bergotong royong membangunnya,” tambahnya.

Dia berharap agar instansi terkait segera melihat kondisi dan melakukan perbaikan agar warga mendapatkan fasilitas layak dan tak menelan korban jiwa lagi.

kuliner bogor, wisata bogor, berita bogor